Belajar Bareng Koding dan Kecerdasan Artifisial

Kemajuan teknologi mengantarkan kita pada penerjemahan rasa kepenasaran kita apa dan mengapa. Pertanyaan anak kita tentang apa dan mengapa banyak memberikan pengetahuan baru dari fenomenas alam yang diciptakan oleh Yang Maha Pencipta untuk ditiru. Seperti surat yang pertama  diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al Alaq, Surat ini perintah Alloh SWT untuk membaca dan mencari ilmu, serta mengakui bahwa Allah-lah yang menciptakan manusia dan mengajarkannya segala sesuatu yang tidak diketahuinya. Surat ini juga menekankan bahwa Allah-lah yang menciptakan manusia dari segumpal darah, dan melalui pena, Allah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. 

Seiring  perkembangan teknologi yang dapat memberikan jawaban dan memprediksi kemungkinan dengan hadirnya Artisial Intelegence (Kecerdasan Artifisial (KA) yang menjadi trend, pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bukanlah sekadar tren, melainkan kebutuhan
dalam dunia pendidikan modern. Integrasi Koding dan KA dalam pendidikan tidak hanya untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan penyelesaian masalah, tetapi juga mengajarkan
berbagai keterampilan esensial yang mencakup berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, etika KA, human-centered mindset, design system KA, dan teknik KA.

Implementasi kebijakan pembelajaran Koding dan KA dilakukan secara bertahap, dimulai dari sekolah-sekolah yang memiliki kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar. Program bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan guru diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam
mengajar Koding dan KA.

Penasaran dengan kebijakan ini, mari kita pelajari beberapa tautan berikut ini.

Produk Hukum KKA Kemendikdasmen. 

 

C45

Selamat berkolaborasi dengan KKA.